Menkes Dorong Pemenuhan Dokter Spesialis Putra Daerah di RSUD M. Yunus Bengkulu

Tim Redaksi

Menkes Budi saat konferensi pers Proctoring Clipping Aneurisma dan Digital Subtraction Angiography (DSA) di RSUD M. Yunus, Bengkulu

Bengkulu, sehatnews — Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mendorong pemenuhan dokter spesialis, khususnya dari putra-putri daerah, guna mengatasi keterbatasan sumber daya manusia medis di RSUD M. Yunus Bengkulu.

Menurutnya, keberlanjutan layanan kesehatan tidak dapat bergantung pada jumlah dokter yang terbatas, terlebih untuk layanan prioritas seperti stroke dan jantung.

“Kalau bisa, dicari putra-putri daerah. Jangan terus bergantung pada dokter dari luar yang bolak-balik. Ini penting agar layanan bisa berkelanjutan,” ujar Menkes Budi saat konferensi pers Proctoring Clipping Aneurisma dan Digital Subtraction Angiography (DSA) di RSUD M. Yunus, Bengkulu, Rabu (17/12/2025).

Menkes menegaskan, setiap layanan medis idealnya ditopang lebih dari satu dokter spesialis agar pelayanan berjalan optimal. Minimal dibutuhkan dua dokter spesialis, dan idealnya tiga orang, sehingga layanan dapat tersedia selama 24 jam.

Pelaksana Tugas Direktur RSUD M. Yunus Bengkulu, Herry Permana, mengungkapkan bahwa jumlah dokter spesialis dan subspesialis saat ini masih belum sebanding dengan kebutuhan layanan yang terus meningkat.

“Saat ini dokter subspesialis kami berjumlah 18 orang dan dokter spesialis sebanyak 45 orang. Namun, untuk beberapa layanan prioritas, jumlah dokter yang mampu melakukan tindakan masih sangat terbatas,” jelasnya.

Ia menambahkan, lonjakan kunjungan pasien, khususnya peserta BPJS Kesehatan, menjadi tantangan tersendiri bagi rumah sakit rujukan provinsi tersebut.

“Kunjungan pasien terus meningkat. Untuk layanan jantung, dokter ada lima orang, tetapi yang dapat melakukan tindakan intervensi baru dua orang,” katanya.

Wakil Gubernur Bengkulu Mian mengakui kekurangan dokter spesialis merupakan persoalan serius yang dihadapi RSUD M. Yunus. Ia berharap adanya dukungan konkret dari pemerintah pusat, terutama dalam bentuk penugasan tenaga medis.

“Jumlah dokter spesialis masih sangat kurang. Kami berharap pasca kunjungan Pak Menteri ada asistensi atau penugasan dokter spesialis pembantuan ke RSUD M. Yunus,” ujarnya.

Selain penambahan sumber daya manusia, Mian juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan di daerah.

“Kami membutuhkan pendampingan agar dari sisi keterampilan, kinerja, dan pelayanan dapat berjalan maksimal,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menkes Budi turut menyoroti pentingnya sistem remunerasi yang layak bagi dokter spesialis agar mereka dapat fokus bekerja di rumah sakit pemerintah.

“Dokter spesialis harus dibayar cukup. Kalau tidak, mereka akan berpindah-pindah tempat praktik,” tegasnya.

Menkes menambahkan, pemerintah pusat akan terus berupaya memenuhi kebutuhan alat kesehatan di rumah sakit daerah. Namun, kesiapan sumber daya manusia tetap menjadi faktor kunci dalam penguatan layanan kesehatan rujukan. (*)

Jangan Lewatkan:

Bagikan: