Kapuas Hulu, sehatnews – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kapuas Hulu masih menunjukkan tren peningkatan.
Hingga Jumat (3/7/2026), Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PP dan KB) Kabupaten Kapuas Hulu mencatat sebanyak 286 warga terjangkit penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut.
Data Dinkes menunjukkan penyebaran DBD hampir menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu. Dari seluruh wilayah kecamatan, hanya Kecamatan Boyan Tanjung yang hingga kini belum melaporkan adanya kasus.
Kecamatan Putussibau Utara menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 51 penderita. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Bunut Hulu dengan 38 kasus, disusul Kecamatan Putussibau Selatan sebanyak 33 kasus.
Selain tingginya angka kasus, Dinkes PP dan KB juga mencatat satu pasien meninggal dunia akibat DBD. Korban diketahui berasal dari Kecamatan Suhaid.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3) Dinkes PP dan KB Kabupaten Kapuas Hulu, Benidiktus Aphau, mengatakan secara umum kondisi para pasien saat ini telah membaik.
“Sebagian besar pasien sudah membaik atau pulih. Saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kondisi kesehatannya benar-benar stabil,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pasien yang telah menunjukkan perbaikan tetap menjalani evaluasi kesehatan sebelum kembali beraktivitas seperti biasa.
Sementara itu, terkait pasien yang masih menjalani perawatan, Benidiktus menyebut hingga saat ini belum ada laporan pasien yang masih dirawat inap di rumah sakit.
“Untuk sementara kondisinya masih aman. Belum ada laporan dari rumah sakit mengenai pasien yang masih dirawat inap. Kalau di puskesmas biasanya hanya dilakukan pemeriksaan dan terapi,” jelasnya.
Meski sebagian besar pasien telah pulih, Kepala Dinkes PP dan KB Kabupaten Kapuas Hulu, Sudarso, mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap ancaman DBD.
Ia mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan upaya pencegahan, terutama dengan menerapkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui langkah 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta melakukan berbagai upaya tambahan untuk mencegah gigitan nyamuk.
Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan penyebaran DBD, terutama pada musim yang masih mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. (*)












