Dokter Ingatkan Oseltamivir Bukan untuk Batuk Pilek Biasa

Tim Redaksi

Dokter Ingatkan Oseltamivir Bukan untuk Batuk Pilek Biasa

JAKARTA – Influenza atau flu ringan pada umumnya tidak membutuhkan penanganan medis yang kompleks. Sebagian besar kasus dapat sembuh dengan sendirinya tanpa penggunaan obat antivirus.

Dokter Spesialis Paru RSPI Sulianti Saroso, dr. Pompini Agustina Sitompul, mengatakan influenza memiliki gejala yang bervariasi dan pada sebagian besar kasus dapat pulih secara alami.

“Penyakit ini sebenarnya gejalanya cukup bervariasi dan bisa sembuh sendiri. Penyakit ini baru menjadi berat pada kelompok-kelompok tertentu,” kata Pompini dalam konferensi pers daring di Jakarta, Senin (28/9).

Menurut Pompini, obat antivirus seperti Oseltamivir tidak diperuntukkan bagi batuk pilek biasa atau common cold. Obat tersebut digunakan pada kondisi tertentu, terutama pasien dengan gejala berat dan kelompok rentan yang memiliki risiko komplikasi.

“Pada kasus-kasus berat yang ditandai adanya gejala batuk sesak napas yang memerlukan bantuan oksigen, pada kasus berat itulah baru bisa diberikan Oseltamivir. Penelitian menunjukkan pemberian Oseltamivir pada kasus ringan efektivitasnya kecil,” jelasnya.

Risiko Penggunaan Tanpa Indikasi

Ahli Farmakologi, dr. Dewi Selvina Rosdiana, turut mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan Oseltamivir tanpa indikasi medis yang tepat.

Menurutnya, penggunaan obat antivirus tersebut tanpa kebutuhan yang sesuai dapat meningkatkan risiko efek samping. Pada anak, penggunaan Oseltamivir disebut dapat meningkatkan risiko muntah hingga 1,6 kali lebih tinggi.

Karena itu, masyarakat diimbau tidak mengonsumsi obat antivirus secara mandiri hanya karena mengalami gejala batuk, pilek, atau flu ringan.

Anak Flu Sebaiknya Istirahat di Rumah

Sementara itu, Dokter Spesialis Anak RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr. Mulya Rahma Karyanti, Sp.A(K), menekankan pentingnya mencegah penularan ketika anak mengalami gejala batuk dan pilek.

Ia menyarankan anak yang sedang mengalami gejala tersebut untuk beristirahat di rumah dan sementara tidak mengikuti kegiatan sekolah.

“Untuk anak-anak yang lagi batuk pilek, sebaiknya tidak ke sekolah dulu, sebaiknya dia istirahat. Karena kalau dia ke sekolah, dia akan menularkan ke anak-anak sehat sekitarnya,” ujar Karyanti.

Selain membatasi aktivitas di luar rumah, orang tua juga dianjurkan memisahkan peralatan makan anak yang sedang sakit dan mengajarkan etika batuk yang benar.

Etika batuk dapat dilakukan dengan menutup mulut dan hidung menggunakan siku bagian dalam. Langkah tersebut ditujukan untuk mengurangi risiko penularan virus melalui percikan atau droplet.

Kemenkes Imbau Terapkan PHBS

Untuk pencegahan jangka panjang, Kementerian Kesehatan mendorong masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Vaksinasi influenza tahunan juga direkomendasikan sebagai salah satu langkah pencegahan dan dapat diberikan mulai usia enam bulan hingga dewasa.

Di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit (P2) Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengatakan peningkatan kasus flu yang terjadi saat ini berkaitan dengan siklus musiman, terutama kondisi pancaroba dan kemarau panjang.

Ia memastikan kondisi rumah sakit masih aman dan terkendali.

“Berdasarkan pantauan secara langsung, pasien yang masuk melalui IGD cenderung masih sama. Kasus influenza masih sekitar 10 persen dari total pasien di IGD, cenderung sama dengan hari-hari sebelumnya,” kata Andi.

Dengan demikian, masyarakat yang mengalami gejala flu ringan diimbau tidak panik dan tidak menggunakan obat antivirus secara sembarangan. Penanganan dan penggunaan obat sebaiknya disesuaikan dengan kondisi pasien serta indikasi medis. (*)

Jangan Lewatkan:

Bagikan:

Topik