7 Tips Thomas Seyfried untuk Hidup Bebas dari Kanker

Tim Redaksi

Dr. Thomas Seyfried
Dr. Thomas Seyfried

SELAMA lebih dari 30 tahun, Dr. Thomas Seyfried, seorang peneliti kanker terkemuka, mendedikasikan hidupnya untuk memahami akar penyakit yang selama ini ditakuti banyak orang.

Dari penelitian panjang itu, ia sampai pada satu kesimpulan besar bahwa sebagian besar kanker sebenarnya bisa dicegah.

Menurutnya, gaya hidup modern — penuh makanan olahan, kurang tidur, stres berkepanjangan, dan minim aktivitas fisik — adalah “bahan bakar” yang mempercepat pertumbuhan kanker.

Karena itu, ia merumuskan tujuh aturan penting yang bisa menjadi pedoman siapa pun untuk menjaga diri tetap sehat.

1. Tidur Berkualitas, Bukan Sekadar Lama

Tidur bukan hanya waktu istirahat, tetapi juga fase tubuh memperbaiki diri. Saat kita mendapatkan tidur nyenyak dan dalam, mitokondria — pusat energi sel kita — dipulihkan. Hal ini penting karena kerusakan mitokondria erat kaitannya dengan timbulnya kanker.

Beberapa cara sederhana untuk memperbaiki kualitas tidur menurut Dr. Eric Berg antara lain: tidur di ruangan gelap, menghindari cahaya layar sebelum tidur, menjaga suhu kamar tetap sejuk, dan memiliki rutinitas tidur yang konsisten.

2. Bergerak Setiap Hari

Olahraga tidak harus berarti latihan berat di gym. Dr. Seyfried menekankan bahwa gerakan harian — seperti berjalan, berenang, atau mengangkat beban ringan — sudah cukup untuk memperkuat mitokondria, menurunkan peradangan, dan mengaktifkan autophagy (mekanisme “pembersihan” alami tubuh dari sel-sel rusak).

3. Kelola Stres dengan Bijak

Stres kronis terbukti merusak sel dan meningkatkan risiko kanker. Seyfried menyarankan agar setiap orang meluangkan waktu untuk menenangkan pikiran, entah dengan meditasi, pernapasan dalam, atau sekadar istirahat berkualitas. Bahkan, nutrisi sederhana seperti teh hijau yang kaya L-theanine bisa membantu menurunkan ketegangan.

4. Biasakan Puasa

Puasa, baik yang bersifat intermiten (IF) maupun jangka panjang, terbukti bermanfaat bagi kesehatan sel.

Dengan menurunkan kadar gula darah, meningkatkan keton (bahan bakar alternatif bagi tubuh), serta memperlambat pertumbuhan sel kanker, puasa menjadi salah satu “senjata alami” untuk menjaga tubuh tetap sehat.

Selain itu, puasa juga merangsang autophagy, di mana tubuh secara alami membersihkan sel-sel tua dan rusak.

5. Lawan Peradangan Sejak Dini

Peradangan kronis adalah lahan subur bagi kanker. Seyfried merekomendasikan pola hidup anti-inflamasi, yakni menghindari gula dan makanan olahan, memperbanyak konsumsi rempah seperti kunyit, ikan berlemak, dan teh hijau, serta menjaga ketenangan pikiran.

Kebiasaan kecil ini, jika dilakukan setiap hari, mampu memberikan perlindungan besar terhadap risiko kanker.

6. Terapkan Pola Makan Ketogenik

Bagi Seyfried, diet ketogenik adalah strategi penting untuk “mengganti bahan bakar” tubuh.

Pola makan tinggi lemak sehat, protein moderat, dan rendah karbohidrat ini membuat tubuh membakar lemak dan keton, bukan gula yang justru menjadi sumber energi favorit sel kanker.

Makanan yang direkomendasikan: alpukat, kacang-kacangan, minyak zaitun, sayuran rendah karbohidrat, dan sumber protein berkualitas seperti ikan.

7. Jaga Kadar Gula Darah Tetap Stabil

Gula dan insulin yang tinggi mempercepat pertumbuhan kanker. Karena itu, menghindari makanan manis, karbohidrat olahan, serta produk kemasan adalah langkah nyata untuk menjaga gula darah tetap seimbang.

Dengan gula darah stabil, tubuh terhindar dari peradangan berlebihan dan peluang sel kanker berkembang menjadi jauh lebih kecil.

Gaya Hidup, Bukan Genetik

Data terbaru menunjukkan angka kanker pada usia muda melonjak hingga 79% dalam satu dekade terakhir.

Bukan semata faktor genetik, melainkan pola hidup yang salah: terlalu banyak konsumsi gula, makanan olahan, kurang gerak, dan stres kronis.

Pesan Seyfried jelas: kesehatan ada di tangan kita sendiri. Dengan memilih tidur cukup, bergerak aktif, menjaga pola makan, serta mengelola stres, peluang untuk hidup bebas kanker menjadi lebih besar.

Kesimpulannya, pencegahan kanker tidak sesulit yang dibayangkan. Perubahan kecil sehari-hari bisa menjadi investasi kesehatan paling berharga untuk masa depan. (*)

Jangan Lewatkan:

Bagikan: