Jakarta, sehatnews — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyalurkan bantuan logistik kesehatan ke tiga provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sebagai bagian dari respons terpadu penanganan dampak banjir dan tanah longsor.
Bantuan yang dikirimkan tidak hanya berupa obat-obatan, tetapi juga hygiene kit dan emergency kit guna mencegah munculnya penyakit akibat buruknya kondisi sanitasi dan lingkungan pascabencana.
Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, menegaskan bahwa penanganan kesehatan pasca bencana harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak semata berfokus pada pengobatan.
“Logistik kesehatan tidak hanya obat-obatan. Hygiene kit dan emergency kit menjadi kunci untuk mencegah penyakit yang muncul akibat sanitasi dan lingkungan yang tidak sehat pasca bencana,” ujar Agus, Selasa (16/12).
Berdasarkan Laporan Situasi Penanganan Bencana Banjir dan Tanah Longsor per 15 Desember 2025 pukul 22.00 WIB, penyaluran logistik di Provinsi Aceh telah berlangsung sejak akhir November hingga Desember 2025.
Obat-obatan dikirimkan ke sejumlah daerah, antara lain Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Gayo Lues, Aceh Timur, Kota Langsa, dan Aceh Tamiang dengan total ratusan koli bantuan.
Selain obat, Kemenkes juga menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita dan ibu hamil ke berbagai wilayah di Aceh, termasuk Aceh Tengah, Pidie Jaya, Gayo Lues, Bener Meriah, Lhokseumawe, Aceh Utara, Pidie, dan Aceh Besar.
Untuk mendukung layanan medis di daerah terdampak, Aceh juga menerima peralatan kesehatan khusus, berupa 20 unit oxygen concentrator yang didistribusikan ke Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Kemenkes turut menyalurkan 35 paket Emergency Medical Team (EMT), 50 emergency kit, serta 50 paket family hygiene kit melalui Dinas Kesehatan Provinsi Aceh dan Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan (SKK).
Di Provinsi Sumatera Utara, distribusi logistik melibatkan kolaborasi lintas sektor antara Kemenkes, Dinas Kesehatan Provinsi, Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ARSADA), serta Halodoc.
Bantuan yang disalurkan meliputi ribuan dus PMT balita dan ibu hamil, masker bedah, sarung tangan non-steril, serta serum Anti Tetanus ke sejumlah wilayah, termasuk Sibolga dan Tapanuli Tengah.
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara juga mendistribusikan hygiene kit, obat-obatan, serta PMT ke daerah lain seperti Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan, Langkat, Mandailing Natal, dan Serdang Bedagai.
Dukungan tambahan datang dari sejumlah lembaga, antara lain vitamin A dari Dompet Dhuafa, paket obat dari Halodoc, serta puluhan vial Anti Tetanus Serum dari ARSADA.
Sementara itu, di Provinsi Sumatera Barat, distribusi logistik dilakukan oleh Health Emergency Operation Center (HEOC) Provinsi bersama Direktorat SKK. Sebanyak 44 paket obat pelayanan kesehatan dasar disalurkan ke Kabupaten Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Kota Padang, dan Solok untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat dan relawan di lapangan.
Agus berharap penyaluran logistik kesehatan ini dapat menekan risiko penyakit pascabencana sekaligus memastikan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak tetap berjalan optimal.
“Dengan dukungan logistik yang lengkap, kami berharap risiko penyakit pasca bencana dapat ditekan dan layanan kesehatan masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya. (*)











