MAKASSAR — Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku (PKIP), Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas), bersama Yayasan Gaya Celebes (YGC) memperkuat koordinasi dengan puskesmas se-Kota Makassar untuk mendukung penanggulangan HIV/AIDS dan memperluas akses layanan kesehatan bagi kelompok populasi kunci.
Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan koordinasi di Puskesmas Kassi-Kassi, Makassar, Selasa (27/10/2026), yang melibatkan para penanggung jawab puskesmas dari seluruh wilayah kota.
Pertemuan ini berfokus pada kebutuhan layanan kesehatan bagi kelompok transgender (TG), laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL), serta orang yang menyuntikkan narkoba (people who inject drugs atau PWID).
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat promosi kesehatan, memperluas akses informasi dan pelayanan, serta mendorong layanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Perhatian juga diberikan pada hambatan sosial, stigma, dan diskriminasi yang dapat memengaruhi keputusan seseorang untuk mengakses fasilitas kesehatan.
Dorong Pelayanan yang Inklusif
Keterlibatan FKM Unhas, YGC, dan puskesmas menunjukkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil, dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam penanggulangan HIV/AIDS.
Melalui koordinasi lintas sektor, masing-masing pihak diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan, pemeriksaan, pengobatan, serta pendampingan kesehatan sesuai kebutuhan masyarakat.
Dari perspektif promosi kesehatan dan ilmu perilaku, penanggulangan HIV/AIDS tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan medis. Faktor pengetahuan, perilaku, lingkungan sosial, stigma, dan diskriminasi turut memengaruhi akses serta pemanfaatan layanan kesehatan.
Karena itu, pelayanan yang tidak menghakimi, menjaga kerahasiaan, dan menghormati martabat setiap individu menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan kesehatan yang aman dan inklusif.
Dukung Pencapaian Target SDGs
Pertemuan koordinasi ini juga berkaitan dengan tiga Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera berkaitan dengan upaya memperkuat pencegahan HIV, memperluas akses layanan, dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan menekankan pentingnya mengurangi hambatan sosial dan diskriminasi agar setiap individu memiliki kesempatan yang setara untuk memperoleh layanan kesehatan.
Sementara itu, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan tercermin melalui kolaborasi antara unsur akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk memperkuat koordinasi serta kesinambungan program.
Melalui kerja sama tersebut, Departemen PKIP FKM Unhas, YGC, dan puskesmas se-Kota Makassar diharapkan dapat mengembangkan langkah kolaboratif yang berkelanjutan dan lebih responsif terhadap kebutuhan di lapangan.
Sinergi antara pendekatan akademik, kebutuhan komunitas, dan pelayanan kesehatan diharapkan berkontribusi terhadap penguatan penanggulangan HIV/AIDS di Makassar, sekaligus mendukung pembangunan kesehatan yang inklusif.
Upaya ini sejalan dengan prinsip leave no one behind atau tidak seorang pun tertinggal, yang menekankan bahwa setiap orang berhak memperoleh akses pelayanan kesehatan secara setara, aman, dan bermartabat. (*)












