Cegah Stunting, Dinkes Probolinggo Perkuat Skrining Calon Pengantin

Tim Redaksi

Dinkes Kabupaten Probolinggo Perkuat Skrining Calon Pengantin Cegah Stunting Sejak Pra-Nikah1

PROBOLINGGO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo memperkuat pelaksanaan layanan skrining kesehatan bagi calon pengantin melalui rapat koordinasi lintas sektor yang digelar pada Rabu (15/7/2026).

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan pasangan sebelum menikah sekaligus menekan risiko stunting dan berbagai masalah kesehatan keluarga di masa mendatang.

Rapat koordinasi tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), DP3P2KB, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, TP PKK Kabupaten Probolinggo, hingga organisasi kemasyarakatan seperti Muslimat NU, Fatayat NU, dan Aisyiyah.

Selain itu, kegiatan juga diikuti perwakilan sejumlah puskesmas, yakni Puskesmas Bantaran, Besuk, Leces, Tongas, Tegalsiwalan, Gending, dan Krejengan, serta melibatkan tokoh agama sebagai mitra dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo, dr. Hariawan Dwi Tamtomo, mengatakan skrining kesehatan bagi calon pengantin merupakan langkah preventif yang penting untuk memastikan pasangan siap membangun keluarga yang sehat, baik secara fisik maupun mental.

“Pelayanan skrining calon pengantin bukan hanya pemeriksaan kesehatan, tetapi juga menjadi upaya preventif untuk mendeteksi dini berbagai faktor risiko yang dapat memengaruhi kesehatan ibu, bayi maupun kualitas keluarga di masa mendatang,” ujarnya.

Menurut Hariawan, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor karena pelayanan kepada calon pengantin tidak bisa dilakukan hanya oleh institusi kesehatan.

“Sinergi lintas sektor sangat diperlukan agar pelayanan skrining kesehatan calon pengantin dapat menjangkau seluruh masyarakat. Dengan kolaborasi ini, edukasi kesehatan dapat diberikan lebih luas dan berkelanjutan,” jelasnya.

Melalui forum koordinasi ini, para peserta menyepakati penyelarasan mekanisme pelaksanaan skrining, mulai dari pemeriksaan kesehatan, penyampaian edukasi, hingga pendampingan kepada calon pengantin sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.

Dinkes Kabupaten Probolinggo berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki komitmen yang sama dalam mendukung implementasi layanan skrining secara terpadu sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Kami berharap seluruh stakeholder memiliki komitmen yang sama untuk mendukung pelaksanaan skrining calon pengantin secara terpadu. Dengan langkah ini, berbagai risiko kesehatan, termasuk stunting, dapat dicegah sejak sebelum pernikahan sehingga lahir generasi yang sehat, berkualitas, dan mampu mewujudkan keluarga yang sejahtera,” pungkas Hariawan. (*)

Jangan Lewatkan:

Bagikan: