MAKASSAR – Gerakan donor darah yang diinisiasi Dewan Pengurus Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPW BKPRMI) Sulawesi Selatan bersama Dompet Dhuafa Sulsel mendapat sambutan antusias masyarakat.
Dalam pelaksanaan yang berlangsung di kawasan Car Free Day (CFD) Boulevard Makassar, Minggu (12/7/2026), kegiatan tersebut berhasil mengumpulkan 37 kantong darah hanya dalam waktu sekitar tiga jam.
Aksi kemanusiaan yang menjadi bagian dari peringatan Milad ke-33 Dompet Dhuafa itu bekerja sama dengan UPT Transfusi Darah Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan. Seluruh darah yang terkumpul akan dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan transfusi sekaligus menjaga ketersediaan stok darah di Sulawesi Selatan.
Sejak pagi, warga yang memadati kawasan CFD tampak bergantian mengikuti proses skrining hingga donor darah. Tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan semakin kuatnya kesadaran untuk berkontribusi dalam aksi kemanusiaan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh pasien yang membutuhkan transfusi darah.
Sekretaris Umum DPW BKPRMI Sulawesi Selatan, Dr. Muhammad Yusuf Ali, mengatakan keterlibatan BKPRMI dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk terus hadir melalui program-program sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“BKPRMI hadir untuk kemanusiaan. Melalui kegiatan donor darah ini, kami ingin menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Semoga kegiatan seperti ini terus memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Wilayah Lembaga Kesehatan Masyarakat (LKM) BKPRMI Sulawesi Selatan, dr. Asriadi Ali, menjelaskan bahwa gerakan donor darah digelar sebagai respons terhadap tingginya kebutuhan darah di Kota Makassar yang menjadi pusat rujukan layanan kesehatan di Sulawesi Selatan.
Menurutnya, kebutuhan darah di Makassar diperkirakan mencapai sekitar 300 kantong setiap hari sehingga dukungan dari berbagai organisasi dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga ketersediaan stok darah.
“Data menunjukkan kebutuhan darah di Makassar dapat mencapai sekitar 300 kantong setiap hari. Ini tentu menjadi perhatian kita bersama. Apalagi Makassar menjadi kota rujukan layanan kesehatan bagi pasien dari berbagai daerah. Karena itu, LKM BKPRMI Sulsel memandang gerakan donor darah tidak boleh hanya bersifat seremonial, tetapi harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan,” katanya.
Ia menambahkan, setiap kantong darah yang disumbangkan memiliki nilai yang sangat berarti bagi keselamatan pasien.
“Setetes darah yang didonorkan hari ini dapat menjadi harapan kehidupan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan transfusi darah. Kami menargetkan donor darah menjadi salah satu program kemanusiaan rutin Lembaga Kesehatan Masyarakat BKPRMI sebagai bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat,” tambah Asriadi.
Direktur Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, Bang Pangdu, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian Milad ke-33 Dompet Dhuafa sekaligus bagian dari komitmen lembaganya untuk memperluas manfaat bagi masyarakat melalui aksi kemanusiaan.
Ia mengungkapkan, Dompet Dhuafa Sulsel menargetkan dapat menghimpun 3.000 kantong darah hingga Desember 2026 melalui berbagai kegiatan donor darah yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Melalui momentum Milad Dompet Dhuafa, kami berkomitmen melaksanakan gerakan donor darah secara berkelanjutan hingga berhasil menghimpun 3.000 kantong darah sampai Desember 2026. Ini adalah ikhtiar bersama untuk membantu masyarakat yang membutuhkan transfusi darah,” ujarnya.
Kolaborasi BKPRMI Sulsel dan Dompet Dhuafa Sulsel diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat budaya donor darah sukarela di tengah masyarakat.
Selain membantu menjaga ketersediaan stok darah, kegiatan ini juga diharapkan memperluas semangat gotong royong dan kepedulian sosial melalui aksi kemanusiaan yang dilakukan secara rutin. (*)











