TAKALAR – Pemerintah Kabupaten Takalar terus memperkuat komitmen mewujudkan daerah bebas tuberkulosis (TBC) menjelang target eliminasi nasional pada 2030.
Upaya tersebut dilakukan melalui inovasi Assamaturu Bebas TBC (Aksi Sistematis Bebaskan TBC) yang dipadukan dengan edukasi pemanfaatan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Komitmen itu kembali ditegaskan dalam talkshow “Takalar Cepat Menyapa” yang disiarkan langsung dari Studio Radio Suara Lipang Bajeng (SLIBE) 98.8 FM, Kamis (9/7/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, dr. Hj. Nilal Fauziah, M.Kes., hadir sebagai narasumber dengan mengangkat tema “CKG dan Assamaturu Bebas TBC”, dipandu penyiar Nur Dewy.
Dalam pemaparannya, Nilal Fauziah menegaskan bahwa tuberkulosis masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, tidak hanya tenaga kesehatan.
Menurutnya, keberhasilan pengendalian TBC sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, keluarga, tokoh masyarakat, hingga warga dalam mendeteksi gejala sejak dini, mendampingi pasien selama menjalani pengobatan, serta memastikan terapi diselesaikan hingga tuntas.
“Keberhasilan penanganan TBC membutuhkan kerja sama semua pihak. Mulai dari keluarga, pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga seluruh warga harus berperan aktif mendeteksi gejala sejak dini, mendampingi pasien, serta memastikan pengobatan berjalan tuntas agar rantai penularan terputus,” tegasnya.
Program Assamaturu Bebas TBC sendiri telah diluncurkan secara resmi oleh Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, pada 17 Juni 2026 di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar. Peluncuran program dirangkaikan dengan pengukuhan 110 Duta Assamaturu Bebas TBC yang akan menjadi ujung tombak edukasi dan pendampingan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Melalui inovasi tersebut, Dinas Kesehatan Takalar memperkuat sinergi lintas sektor dalam mempercepat penemuan kasus, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, serta memastikan setiap pasien memperoleh pendampingan hingga dinyatakan sembuh.
Program ini diharapkan mampu membangun kepedulian kolektif masyarakat sekaligus mempercepat terwujudnya Kabupaten Takalar bebas TBC pada tahun 2030.
Selain mengangkat isu penanggulangan TBC, talkshow juga dimanfaatkan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai langkah deteksi dini berbagai penyakit tidak menular maupun penyakit menular.
Program “Takalar Cepat Menyapa” merupakan hasil kolaborasi antara Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Takalar dan Radio SLIBE FM yang secara rutin menghadirkan informasi publik sekaligus membuka ruang dialog langsung antara pemerintah dengan masyarakat.
Melalui penyebarluasan informasi kesehatan melalui media radio, Pemerintah Kabupaten Takalar berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit terus meningkat, pemanfaatan layanan kesehatan semakin optimal, serta terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan Takalar yang sehat, tangguh, dan bebas tuberkulosis. (*)












