54.000 Ibu Hamil Ikut Gerakan Minum MMS, Sulsel Perkuat Intervensi Gizi Sejak Kehamilan

Tim Redaksi

54.000 Ibu Hamil Ikut Gerakan Minum MMS, Sulsel Perkuat Intervensi Gizi Sejak Kehamilan

MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat intervensi gizi sejak masa kehamilan melalui Gerakan Minum Multiple Micronutrient Supplement (MMS) yang diikuti secara serentak oleh sekitar 54.000 ibu hamil di 24 kabupaten/kota, Kamis (9/7/2026).

Gerakan yang dipusatkan di Hotel Claro Makassar ini sekaligus menjadi momentum pencanangan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk pelaksanaan konsumsi MMS secara serentak.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 dan Hari Ulang Tahun ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), yang diinisiasi Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan bersama Tim Penggerak PKK Sulsel.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Evi Mustikawati, mengatakan gerakan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesehatan ibu hamil melalui pemenuhan zat gizi mikro sebagai fondasi lahirnya generasi yang sehat dan berkualitas.

“Gerakan Minum MMS secara serentak ini bukan hanya upaya untuk mencatatkan prestasi melalui Rekor MURI, tetapi yang lebih utama adalah membangun kesadaran kolektif bahwa pemenuhan gizi ibu hamil merupakan investasi bagi lahirnya generasi Sulawesi Selatan yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Keberhasilan pembangunan kesehatan dimulai sejak masa kehamilan,” ujar Evi.

Sekitar 300 peserta menghadiri kegiatan di Hotel Claro Makassar, termasuk sekitar 100 ibu hamil yang mengikuti gerakan secara simbolis. Sementara itu, pelaksanaan serentak dilakukan di 302 titik yang tersebar di seluruh kabupaten/kota, mulai dari puskesmas, desa, kelurahan, hingga posyandu.

Secara keseluruhan, gerakan ini menjangkau sekitar 54.000 ibu hamil di seluruh Sulawesi Selatan. Pemerintah berharap kampanye tersebut mampu meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi suplemen mikronutrien sesuai standar pelayanan kesehatan ibu.

Pelaksanaan program didukung jejaring fasilitas kesehatan hingga tingkat desa dan kelurahan sehingga edukasi mengenai pentingnya pemenuhan mikronutrien selama kehamilan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan berkelanjutan.

Evi menjelaskan, keberhasilan pelaksanaan gerakan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, Tim Penggerak PKK, fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan, kader Posyandu, organisasi profesi, serta berbagai mitra pembangunan.

Menurutnya, tingginya partisipasi ibu hamil menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan zat gizi mikro sejak masa kehamilan sebagai salah satu langkah strategis mencegah stunting dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

“Intervensi gizi harus dimulai sejak ibu mengandung. Dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, kami berharap upaya peningkatan status gizi ibu hamil terus diperkuat sehingga mampu melahirkan generasi Sulawesi Selatan yang sehat, unggul, dan bebas stunting menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum TP PKK Pusat Tri Tito Karnavian, Ketua TP PKK Sulsel Naoemi Octarina Sulaiman, jajaran Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah lingkup Pemprov Sulsel, Ketua TP PKK kabupaten/kota se-Sulsel, organisasi profesi kesehatan, tenaga kesehatan, serta berbagai mitra pembangunan.

Dalam kesempatan itu, Tri Tito Karnavian dan Naoemi Octarina Sulaiman memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Gerakan Minum MMS Serentak yang dinilai menjadi bentuk sinergi antara TP PKK dan Dinas Kesehatan dalam memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak sekaligus mempercepat upaya penurunan stunting di Sulawesi Selatan. (*)

Jangan Lewatkan:

Bagikan: