Maros, sehatnews – Akses layanan penanganan penyakit jantung di Kabupaten Maros segera mengalami peningkatan. RSUD dr. La Palaloi menerima bantuan Cath Lab (Catheterization Laboratory) dari Kementerian Kesehatan RI, fasilitas medis berteknologi tinggi yang akan memungkinkan pasien mendapatkan tindakan diagnostik dan intervensi jantung tanpa harus dirujuk ke Kota Makassar.
Peralatan medis senilai sekitar Rp30 miliar tersebut diproyeksikan menjadi tonggak penting dalam pengembangan layanan kesehatan rujukan di Kabupaten Maros, khususnya untuk penanganan penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah yang membutuhkan tindakan cepat.
Bupati Maros, Dr. H.A.S. Chaidir Syam, meninjau langsung kesiapan ruang laboratorium beserta perangkat Cath Lab di RSUD dr. La Palaloi pada Kamis (04/06/2026). Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan yang diberikan kepada Kabupaten Maros.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Maros dan seluruh masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI Bapak Prabowo Subianto serta Menteri Kesehatan RI Bapak Budi Gunadi Sadikin atas perhatian dan bantuan luar biasa ini,” ujar Chaidir Syam.
Menurutnya, kehadiran Cath Lab merupakan hasil dari proses panjang yang ditempuh pemerintah daerah dalam memperjuangkan peningkatan fasilitas kesehatan agar masyarakat memperoleh layanan medis berkualitas lebih dekat dengan tempat tinggal mereka.
Selama ini, pasien di Maros yang membutuhkan tindakan intervensi jantung, seperti pemasangan cincin (stent) atau prosedur pembukaan pembuluh darah yang tersumbat, masih harus dirujuk ke rumah sakit di Kota Makassar karena keterbatasan fasilitas. Kehadiran Cath Lab diharapkan dapat mempercepat penanganan pasien, terutama pada kondisi darurat yang membutuhkan tindakan dalam golden period.
Meski perangkat telah tersedia, layanan tersebut belum dapat langsung dioperasikan. Direktur Utama RSUD dr. La Palaloi, dr. Sri Syamsinar Rachmah, S.Ked., menjelaskan rumah sakit masih menyelesaikan proses perizinan operasional sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia yang akan mengoperasikan fasilitas tersebut.
“Untuk pengoperasian alat sekompleks Cath Lab, kami masih mengurus izin operasional dan menyiapkan dokter serta tim medis yang harus mengikuti pelatihan khusus. Kami memperkirakan fasilitas ini dapat beroperasi penuh dalam waktu sekitar enam bulan,” jelasnya.
Sebagai bagian dari persiapan, dokter yang akan menangani layanan Cath Lab mengikuti program fellowship selama satu tahun di Tiongkok. Sementara tenaga keperawatan menjalani pelatihan intensif selama tiga bulan di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, guna memastikan seluruh prosedur pelayanan memenuhi standar keselamatan pasien.
Pemerintah Kabupaten Maros berharap kehadiran Cath Lab tidak hanya mempercepat akses masyarakat terhadap layanan kardiovaskular, tetapi juga meningkatkan angka keselamatan pasien, mengurangi kebutuhan rujukan ke luar daerah, serta memperkuat kualitas pelayanan kesehatan di RSUD dr. La Palaloi sebagai rumah sakit rujukan di Kabupaten Maros. (*)












