KOTABARU – Pemerintah Kabupaten Kotabaru membentuk Tim Koordinasi Perencanaan dan Penganggaran Kesehatan Reproduksi sebagai langkah memperkuat sinergi lintas sektor dalam mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) yang masih menjadi tantangan di daerah tersebut.
Pembentukan tim dilakukan melalui Dinas Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) dalam rapat koordinasi yang digelar di ruang rapat Bapperida Kotabaru, Kamis (9/7/2026).
Rapat dihadiri perwakilan sejumlah organisasi perangkat daerah, antara lain Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB), Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, serta mitra yang bergerak di bidang kesehatan.
Tim koordinasi ini dibentuk untuk menyelaraskan proses perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan program kesehatan ibu serta kesehatan reproduksi agar lebih terpadu dan tepat sasaran.
Kepala Bidang Perencanaan Sosial Budaya, Pemerintahan, dan Pembangunan Manusia Bapperida Kotabaru, Hj. Rakhmawaty, mengatakan koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam mempercepat penurunan angka kematian ibu.
“Tujuan pembentukan Tim Koordinasi ini adalah untuk mengakomodasi dan mengintegrasikan perencanaan terkait penganggaran. Dengan terbentuknya tim ini, upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu di Kabupaten Kotabaru diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan terkoordinasi,” ujarnya.
Menurut Rakhmawaty, Kabupaten Kotabaru masih menghadapi tantangan serius dalam upaya menekan angka kematian ibu. Dalam beberapa tahun terakhir, daerah tersebut tercatat sebagai salah satu kabupaten dengan angka kematian ibu tertinggi di Kalimantan Selatan.
“Kita semua tahu, dalam beberapa tahun terakhir Kotabaru masuk dalam tiga besar AKI tertinggi di tingkat provinsi. Untuk itu, melalui tim ini kita berharap tren Angka Kematian Ibu di Kabupaten Kotabaru dapat terus menurun,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu melalui perencanaan yang terintegrasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru yang diwakili Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Akhmad Saleh, mengatakan berbagai langkah telah dilakukan untuk menekan angka kematian ibu, termasuk memperkuat layanan kesehatan ibu hamil hingga tingkat puskesmas.
Menurutnya, Dinas Kesehatan telah melibatkan dokter spesialis tidak hanya di rumah sakit rujukan, tetapi juga di sejumlah puskesmas guna meningkatkan kualitas pelayanan, deteksi dini risiko kehamilan, dan penanganan kasus secara lebih cepat.
“Berbagai upaya telah dilakukan Dinas Kesehatan, seperti melibatkan dokter spesialis tidak hanya di rumah sakit rujukan, tetapi juga di puskesmas untuk memperkuat pelayanan dan penanganan ibu hamil,” ujarnya.
Melalui pembentukan tim koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kotabaru berharap seluruh program kesehatan ibu dan kesehatan reproduksi dapat direncanakan secara terpadu, didukung penganggaran yang lebih efektif, serta mampu mempercepat penurunan angka kematian ibu sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. (*)











