Sulbar, sehatnews – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC) melalui inovasi Garatta TBC.
Program ini menjadi strategi utama pemerintah daerah untuk mempercepat penemuan kasus, meningkatkan keberhasilan pengobatan, hingga memperluas langkah pencegahan di masyarakat.
Penguatan implementasi program tersebut dilakukan melalui kegiatan pendampingan dan penguatan program prioritas kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), yang melibatkan jajaran Dinkes P2KB Sulbar bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar.
Kepala Dinkes P2KB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, mengatakan Garatta TBC dirancang sebagai pendekatan terpadu dalam pengendalian tuberkulosis.
Program ini tidak hanya berfokus pada pengobatan pasien, tetapi juga mempercepat penemuan kasus, pelacakan kontak erat, serta pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) kepada kelompok yang berisiko.
“Melalui kegiatan penguatan ini, kami ingin memastikan seluruh program prioritas berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Nursyamsi di Polewali Mandar, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, keberhasilan penanggulangan TBC membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten. Karena itu, kegiatan pendampingan menjadi bagian penting untuk memastikan setiap daerah mampu menjalankan program secara efektif sesuai target yang telah ditetapkan.
Selain membahas penguatan Garatta TBC, pertemuan tersebut juga mengevaluasi pelaksanaan sejumlah program prioritas lainnya, seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), Penilaian Kinerja Puskesmas (PKP), serta promosi kesehatan.
Nursyamsi menegaskan, kegiatan pendampingan tersebut merupakan bagian dari implementasi visi “Sulbar Maju dan Sejahtera”, khususnya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
Ia menambahkan, pembangunan kesehatan tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata. Dukungan lintas program, kolaborasi antarlembaga, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam mencapai target pembangunan kesehatan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar, Anita, menyambut baik pendampingan yang dilakukan Dinkes P2KB Sulbar. Menurutnya, kegiatan tersebut membantu pemerintah daerah mengidentifikasi berbagai kendala pelaksanaan program sekaligus menyusun strategi percepatan untuk mencapai indikator kesehatan yang telah ditetapkan.
“Pendampingan seperti ini sangat membantu daerah dalam mengidentifikasi tantangan program sekaligus menyusun langkah percepatan untuk mencapai target indikator kesehatan yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Melalui penguatan implementasi Garatta TBC dan berbagai program prioritas lainnya, Dinkes P2KB Sulawesi Barat berharap kolaborasi dengan pemerintah kabupaten semakin solid sehingga upaya penanggulangan tuberkulosis dapat berjalan lebih efektif, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan menuju terwujudnya Sulbar Maju dan Sejahtera. (*)












