Dokter PPDS Ditemukan Meninggal di Semak Belukar RSUD Siak, Polisi Tunggu Hasil Autopsi

Tim Redaksi

Petugas kepolisian saat mengevakuasi jenazah korban, yang ditemukan di semak belukar samping RSUD Siak

SIAK – Aparat Kepolisian Resor (Polres) Siak masih menyelidiki penyebab meninggalnya Alex Kristolotis (31), seorang dokter yang tengah menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Residen Anestesi di RSUD Tengku Rafian, Kabupaten Siak, Riau.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area semak belukar di Jalan Raja Kecik, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak. Untuk mengungkap penyebab kematiannya, jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau guna menjalani autopsi.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Siak, AKP Raja Kosmos Parmulais, mengatakan hasil pemeriksaan forensik diperkirakan baru dapat diketahui sekitar dua pekan mendatang.

“Mudah-mudahan hasil koordinasi tadi, hasil pemeriksaan akan keluar lebih kurang dua minggu lagi,” ujarnya di Siak, Kamis (16/7/2026).

Menurut Raja, hingga kini penyidik belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban. Proses penyelidikan masih berlangsung sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik terhadap sejumlah sampel yang telah dikumpulkan.

Sejauh ini, polisi telah meminta keterangan dari lima orang saksi. Mereka terdiri atas petugas keamanan, sopir, pegawai rumah sakit yang pertama kali menemukan jenazah korban, serta dua rekan sejawat Alex.

“Akan kami update bagaimana perkembangannya,” kata Raja.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, Alex sempat dilaporkan tidak diketahui keberadaannya. Pihak keluarga kemudian meminta manajemen RSUD Tengku Rafian memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) untuk menelusuri keberadaan korban.

Dari hasil penelusuran rekaman CCTV, diketahui Alex terakhir kali terlihat berada di lingkungan RSUD Tengku Rafian pada Senin (13/7/2026) siang.

Hingga kini, kepolisian masih mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi guna mengungkap secara pasti kronologi serta penyebab kematian dokter PPDS tersebut. Polisi mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil penyelidikan resmi dan tidak berspekulasi mengenai kasus ini. (*)

Jangan Lewatkan:

Bagikan:

Topik