BPOM Dorong Hilirisasi Riset Kampus untuk Perkuat Daya Saing Industri Obat dan Pangan

Tim Redaksi

Kuliah Umum Kepala BPOM Taruna Ikrar

Bogor, sehatnews – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendorong hasil riset dan inovasi perguruan tinggi tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi mampu dihilirkan menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing industri obat dan pangan nasional.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala BPOM Taruna Ikrar saat memberikan kuliah umum di Kampus IPB University, Darmaga, Bogor, Sabtu (4/7/2026).

Menurut Taruna, perguruan tinggi merupakan pusat lahirnya gagasan dan inovasi yang memiliki peran penting dalam pembangunan nasional. Namun, keterbatasan pendanaan dan fasilitas sering menjadi kendala dalam mengembangkan hasil penelitian hingga siap dimanfaatkan masyarakat.

“Kampus adalah tempat beradunya ide dan pemikiran, tempat hadirnya pembaruan,” ujar Taruna.

Di sisi lain, industri memiliki dukungan modal dan fasilitas produksi yang memadai, tetapi membutuhkan inovasi agar mampu terus berkembang dan meningkatkan daya saing.

Karena itu, Taruna menilai kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemerintah menjadi kunci mempercepat hilirisasi hasil riset.

Ia menjelaskan, melalui pendekatan Academia-Business-Government (ABG), pemerintah berperan sebagai penghubung dengan menyiapkan regulasi, pendampingan, dan ekosistem yang mendukung transformasi hasil penelitian menjadi produk yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Sebagai wujud implementasi kolaborasi tersebut, BPOM telah menjalin kerja sama dengan 187 perguruan tinggi di Indonesia. Selain itu, BPOM juga memberikan pendampingan kepada 923 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Program SAPA UMKM guna meningkatkan kualitas dan daya saing produk.

Sinergi BPOM dan IPB University juga diwujudkan melalui penyelenggaraan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Keamanan Pangan yang bertujuan memperkuat edukasi keamanan pangan hingga tingkat desa.

Melalui program tersebut, mahasiswa dipersiapkan menjadi Kader Keamanan Pangan yang berperan menyebarluaskan pengetahuan serta praktik keamanan pangan kepada masyarakat. Dengan demikian, budaya pangan yang aman diharapkan dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Kepala Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship IPB University, Handian Purwangsa, menjelaskan KKN Tematik Keamanan Pangan ditargetkan menghasilkan sedikitnya 200 kader keamanan pangan, memberikan edukasi kepada 200 komunitas desa, serta mendampingi 200 pelaku usaha pangan di pedesaan.

Selain itu, program tersebut juga menargetkan pendampingan terhadap 100 industri rumah tangga pangan agar memenuhi persyaratan Sertifikat Pemenuhan Komitmen Produksi Pangan Olahan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT).

Menurut Handian, program itu merupakan bagian dari komitmen IPB University untuk meningkatkan kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan nasional melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang selaras dengan program prioritas pemerintah.

Ia juga mendorong para peserta KKN agar menghasilkan riset yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sehingga hasil penelitian tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi berkembang menjadi solusi yang memberikan dampak nyata.

Kuliah umum tersebut turut dihadiri Sekretaris Utama BPOM Jayadi, Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan Elin Herlina, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Mohamad Kashuri, Pelaksana Harian Rektor IPB University Heti Mulyati, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Deni Noviana, serta Wakil Kepala Bidang Pengembangan Agromaritim dan Science Technopark Tri Prartono. (*)

Jangan Lewatkan:

Bagikan: