Dinkes Jeneponto Ajukan Dua Inovasi dalam Kompetisi Inovasi Daerah 2026

Tim Redaksi

Dinas Kesehatan Jeneponto Ikuti Verifikasi Lapangan KIND 2026, Usung Dua Inovasi Unggulan

JENEPONTO — Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto mengajukan dua inovasi pelayanan kesehatan dalam Kompetisi Inovasi Daerah (KIND) Tahun 2026.

Kedua inovasi tersebut adalah SIJAGA MBG untuk mendukung keamanan pangan dan pemenuhan gizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta SAKTI PSC 119 untuk memperkuat layanan kegawatdaruratan kesehatan.

Kedua inovasi tersebut mengikuti tahapan verifikasi lapangan yang dilaksanakan Tim Inovasi Daerah bersama Tim Pendamping Inovasi di Ruang Eksekutif Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto, Rabu (14/10/2026).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto, Hj. Syusanty A. Mansyur, menjelaskan bahwa pengajuan kedua inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Verifikasi lapangan dilakukan untuk mencocokkan dokumen inovasi dengan pelaksanaannya, sekaligus menilai aspek kebaruan, efektivitas, dan potensi keberlanjutan program.

SIJAGA MBG Perkuat Pengawasan Keamanan Pangan

SIJAGA MBG atau Sistem Jaminan Gizi Aman Makan Bergizi Gratis dikembangkan untuk mendukung pengawasan keamanan pangan dan kualitas gizi dalam pelaksanaan program MBG.

Melalui inovasi ini, aspek keamanan pangan dan pemenuhan gizi diharapkan mendapat perhatian yang lebih terarah sehingga dapat mendukung terwujudnya generasi yang sehat dan berkualitas.

Pengajuan inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya Dinas Kesehatan Jeneponto untuk mendukung pelaksanaan program pemenuhan gizi dengan memperhatikan keamanan pangan bagi masyarakat penerima manfaat.

SAKTI PSC 119 Perkuat Layanan Kegawatdaruratan

Inovasi kedua, SAKTI PSC 119 atau Satu Komando Sehat Terintegrasi PSC 119, diarahkan untuk memperkuat koordinasi dan integrasi layanan kegawatdaruratan melalui Public Safety Center (PSC) 119.

Inovasi ini diharapkan dapat mendukung koordinasi penanganan kondisi darurat agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat berlangsung lebih terpadu, cepat, dan responsif.

Kehadiran inovasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan pelayanan kegawatdaruratan kesehatan di Kabupaten Jeneponto.

Melalui keikutsertaan dalam KIND 2026, Dinas Kesehatan Jeneponto berupaya mengembangkan inovasi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, baik dalam aspek keamanan pangan dan gizi maupun pelayanan kegawatdaruratan.

Hasil verifikasi lapangan diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan kedua inovasi tersebut agar dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Jeneponto. (*)

Jangan Lewatkan:

Bagikan: