NABIRE – Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire mendapat apresiasi dari Indonesia AIDS Coalition (IAC) atas dukungannya terhadap program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, khususnya bagi kelompok populasi kunci pekerja seks perempuan.
Apresiasi tersebut diberikan atas kontribusi pemerintah daerah dalam mendukung program yang dijalankan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) di Nabire selama beberapa tahun terakhir.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Nabire, Agustina Elvin, mengatakan PKBI merupakan salah satu mitra organisasi masyarakat yang membantu pemerintah menjangkau kelompok populasi kunci.
“Penghargaan ini khusus untuk penanggulangan HIV, terutama bagi populasi kunci pekerja seks perempuan,” kata Agustina di Nabire, Jumat.
Menurutnya, kemitraan dengan PKBI dan lembaga lainnya berperan dalam memperluas jangkauan edukasi, pemeriksaan, serta pendampingan kelompok sasaran.
763 Kasus Baru HIV hingga September 2026
Di tengah upaya pencegahan tersebut, Dinas Kesehatan Nabire mencatat 763 kasus baru HIV sepanjang Januari hingga September 2026. Secara kumulatif, jumlah kasus yang tercatat sejak 1998 hingga September 2026 mencapai 10.790 kasus.
Agustina mengatakan, angka tersebut menunjukkan pentingnya penguatan deteksi dini dan keberlanjutan pengobatan untuk mengendalikan penularan HIV.
Saat ini, seluruh 32 puskesmas di Kabupaten Nabire telah dapat memberikan layanan tes deteksi dini HIV menggunakan rapid diagnostic test (RDT). Bagi orang dengan hasil pemeriksaan reaktif, diperlukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis sesuai prosedur.
PKBI Jangkau 1.443 Orang, 902 Sudah Tes HIV
Koordinator Lapangan PKBI Papua untuk Kabupaten Nabire, Siti Asmah, menjelaskan program yang dijalankan organisasinya tidak hanya mencakup pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, tetapi juga penanganan kasus kekerasan yang dialami pekerja seks perempuan dan kelompok populasi kunci lainnya.
Menurut Siti, dukungan Dinas Kesehatan sangat membantu pelaksanaan program, terutama dalam koordinasi dengan puskesmas untuk menjangkau kelompok sasaran dan menghubungkan mereka dengan layanan kesehatan.
PKBI mulai menjalankan program di Nabire sejak 2023. Dalam pelaksanaannya, PKBI bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan puskesmas melalui kegiatan edukasi, penjangkauan, serta mendorong pemeriksaan HIV.
Hingga Oktober 2026, program tersebut telah menjangkau 1.443 pekerja seks perempuan dan kelompok sasaran lainnya. Dari jumlah itu, sebanyak 902 orang telah menjalani pemeriksaan HIV.
“Dari target 705 orang, sampai Oktober kami sudah menjangkau 1.443 orang. Sementara yang sudah menjalani tes HIV sebanyak 902 orang,” kata Siti.
Ia menjelaskan, penjangkauan dilakukan melalui edukasi dan pemetaan lokasi aktivitas kelompok sasaran, antara lain kafe, bar, tempat hiburan, dan lokalisasi.
Setelah edukasi, petugas lapangan mengajak kelompok sasaran menjalani pemeriksaan HIV melalui fasilitas layanan kesehatan. PKBI juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan puskesmas untuk mendukung proses rujukan.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan organisasi masyarakat tersebut diharapkan dapat memperluas akses pemeriksaan serta pendampingan, sekaligus memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Nabire. (*)











