Dinkes Papua dan UNICEF Perkuat Layanan Gizi Terpadu di Sekolah

Tim Redaksi

Dinkes Papua Latih 50 Wakil Sekolah Penguatan Layanan Gizi Dukungan Dari UNICEF CIDCA

Jayapura, sehatnews – Dinas Kesehatan Provinsi Papua bersama UNICEF memperkuat penerapan layanan gizi terpadu di lingkungan sekolah melalui pelatihan yang melibatkan guru, tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan pendidikan.

Program ini diharapkan mampu menjadikan sekolah tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai pusat pembentukan perilaku hidup sehat bagi peserta didik.

Sebanyak 50 peserta yang merupakan perwakilan satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMA dari Kota Jayapura serta Kabupaten Jayapura mengikuti Workshop Penguatan Layanan Gizi Terpadu di Satuan Pendidikan Terpilih, yang digelar di Hotel Suni Abepura, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Provinsi Papua, UNICEF, dan pemerintah daerah dengan dukungan China International Development Cooperation Agency (CIDCA).

Nutrition Officer UNICEF Perwakilan Papua dan Papua Barat, Dwi Kristanto, mengatakan pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi layanan gizi di sekolah melalui peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan pengelola kesehatan sekolah.

Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan berbagai program kesehatan, termasuk edukasi gizi, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta penyediaan layanan kesehatan dasar bagi peserta didik.

“Workshop ini merupakan bagian dari rangkaian penguatan kapasitas di satuan pendidikan agar layanan gizi terpadu dapat diterapkan secara optimal di sekolah-sekolah terpilih di Kota dan Kabupaten Jayapura,” ujarnya.

Selain edukasi mengenai gizi seimbang, peserta juga dibekali pemahaman tentang pelaksanaan berbagai layanan kesehatan di sekolah, seperti pemeriksaan kesehatan berkala, pemberian Tablet Tambah Darah bagi remaja putri, pemberian obat cacing, hingga penguatan peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

Dwi menilai sekolah perlu mengambil peran lebih besar dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan beriringan dengan upaya peningkatan status gizi dan kesehatan peserta didik.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dalam pelatihan dapat diterapkan di masing-masing sekolah sehingga layanan kesehatan dan gizi menjadi bagian yang terintegrasi dalam aktivitas pendidikan sehari-hari.

Salah seorang peserta, Rini Setiawati Langer dari SD Negeri Inpres Sereh, Kabupaten Jayapura, menyambut baik pelatihan tersebut.

Menurutnya, materi yang diberikan membantu guru mengintegrasikan edukasi gizi ke dalam proses pembelajaran sekaligus memperkuat budaya hidup sehat di lingkungan sekolah.

Ia menjelaskan, sekolahnya telah menjalin kerja sama dengan puskesmas setempat melalui nota kesepahaman untuk mendukung berbagai program kesehatan, seperti pemantauan berat dan tinggi badan siswa, pemberian obat cacing, serta distribusi Tablet Tambah Darah secara berkala.

Selain itu, edukasi mengenai gizi seimbang juga mulai diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar agar siswa mampu mengenali jenis makanan yang baik bagi kesehatan serta membiasakan pola konsumsi yang lebih sehat.

Melalui penguatan layanan gizi terpadu ini, Dinas Kesehatan Provinsi Papua dan UNICEF berharap sekolah mampu menjadi ujung tombak dalam meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak, sekaligus mendukung terciptanya generasi yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan pembangunan di masa depan. (*)

Jangan Lewatkan:

Bagikan: