Kemenkes Dorong BB Binomika Tingkatkan Mutu Layanan Laboratorium Berbasis Kebutuhan Pelanggan

Tim Redaksi

BB Binomika Customer Forum 2026 bertema Listen, Connect, Improve di Jakarta

JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendorong Balai Besar Biomedis dan Genomika Kesehatan (BB Binomika) untuk terus meningkatkan mutu pelayanan laboratorium dengan menjadikan kebutuhan dan pengalaman pelanggan sebagai salah satu dasar perbaikan layanan.

Peningkatan kualitas pelayanan dinilai tidak cukup hanya mengandalkan kecanggihan teknologi dan fasilitas. Penyedia layanan juga dituntut mampu mendengarkan masukan pengguna, memahami kebutuhan mereka, serta menindaklanjutinya secara nyata.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono saat membuka BB Binomika Customer Forum 2026 bertema Listen, Connect, Improve di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Menurut Dante, layanan diagnostik memiliki posisi penting dalam sistem pelayanan kesehatan. Hasil pemeriksaan laboratorium menjadi salah satu dasar bagi masyarakat dan tenaga medis untuk memahami kondisi kesehatan serta menentukan langkah penanganan yang tepat.

Karena itu, kecepatan, akurasi, dan mutu pemeriksaan laboratorium harus senantiasa dijaga dan ditingkatkan.

“Secanggih apa pun teknologi dan fasilitas yang kita miliki, itu saja tidak cukup untuk menjamin mutu pelayanan. Kita perlu mendengarkan pengalaman pelanggan dan memahami kebutuhan mereka. Masukan pelanggan harus diterima, dianalisis, ditindaklanjuti, dan disampaikan kembali perkembangannya agar mereka tahu bahwa masukannya menghasilkan perubahan,” ujar Dante.

Ia berharap semangat Listen, Connect, Improve tidak berhenti sebagai tema kegiatan, tetapi benar-benar diterapkan sebagai budaya kerja dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan.

Dante menilai, membangun pelayanan yang berkualitas juga membutuhkan empati dan kesediaan untuk memperbaiki hal-hal yang masih berada dalam kendali penyedia layanan.

“Kita mungkin tidak bisa menyelesaikan seluruh persoalan yang membuat masyarakat puas atau kecewa. Namun, kita bisa mulai dari hal-hal yang berada dalam kendali kita, salah satunya membangun empati kepada pelanggan. Mari hadirkan pelayanan yang membuat masyarakat merasa bangga menjadi bagian dari Indonesia,” katanya.

Perkuat Peran Laboratorium Rujukan Nasional

BB Binomika merupakan laboratorium rujukan nasional yang memiliki teknologi genomic sequencing atau pengurutan genom. Lembaga ini juga berperan sebagai penyelenggara Pemantapan Mutu Eksternal (PME) untuk membantu laboratorium lain menjaga dan meningkatkan kualitas pemeriksaan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, dr. Sunarto, menegaskan bahwa fungsi BB Binomika tidak terbatas pada pemeriksaan genomik. Sebagai pengembangan dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan, lembaga tersebut tetap menjalankan berbagai fungsi pelayanan laboratorium kesehatan, termasuk pengendalian mutu eksternal.

“Sebagai pengembangan dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan, BB Binomika tetap menjalankan berbagai fungsi laboratorium kesehatan, termasuk pengendalian mutu eksternal,” ujar Sunarto.

Ia berharap forum tersebut dapat memperkenalkan lebih luas kemampuan dan jenis layanan BB Binomika kepada rumah sakit serta berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

Kemenkes juga mendorong penguatan jejaring laboratorium melalui pendekatan hub and spoke. Skema ini memungkinkan fasilitas pelayanan kesehatan saling terhubung dan bekerja sama dalam pemanfaatan peralatan, pelaksanaan pemeriksaan, serta rujukan laboratorium secara lebih efisien.

Dengan penguatan jejaring tersebut, kapasitas laboratorium diharapkan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal sehingga akses terhadap layanan pemeriksaan yang bermutu semakin luas.

Bangun Komunikasi dan Kepercayaan dengan Mitra

Kepala BB Binomika, Indri Rooslamiati, menjelaskan bahwa Customer Forum 2026 merupakan forum pertama yang diselenggarakan BB Binomika. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan dengan pelanggan dan mitra strategis.

Diikuti sekitar 200 peserta secara luring dan daring, forum tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan kemampuan dan layanan BB Binomika, menyerap kebutuhan pengguna, serta membangun komunikasi dan kepercayaan dengan berbagai pemangku kepentingan.

Dalam kesempatan tersebut, BB Binomika juga menandatangani kerja sama dengan empat mitra strategis, yakni Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), IASMED, NGI, dan Pandu Biosains.

Kerja sama ini diharapkan memperluas kolaborasi dalam pengembangan layanan dan pemanfaatan kapasitas laboratorium, sekaligus memperkuat hubungan BB Binomika dengan ekosistem pelayanan kesehatan.

Melalui forum tersebut, BB Binomika diharapkan semakin mampu menghadirkan layanan laboratorium yang cepat, akurat, dan terpercaya. Lebih dari itu, semangat Listen, Connect, Improve diharapkan menjadi komitmen berkelanjutan untuk membangun pelayanan kesehatan yang responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (*)

Jangan Lewatkan:

Bagikan: