Makassar, sehatnews – RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar kembali mencatatkan capaian penting dalam pengembangan layanan kesehatan berteknologi tinggi.
Rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan itu berhasil melaksanakan transplantasi ginjal ketiga, sekaligus memperkuat posisinya sebagai pusat rujukan layanan transplantasi bagi masyarakat di Kawasan Timur Indonesia (KTI).
Prosedur transplantasi dilakukan pada Senin (29/6/2026), dengan donor seorang perempuan berusia 60 tahun yang mendonorkan ginjalnya kepada putra kandungnya yang berusia 29 tahun. Seluruh rangkaian tindakan medis berlangsung dengan baik dan kondisi pasien dilaporkan stabil setelah operasi.
Ketua Tim Transplantasi Ginjal RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Prof. Dr. dr. Haerani Rasyid, M.Kes., Sp.PD-KGH., Sp.GK., FINASIM, menjelaskan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan berbagai disiplin ilmu serta tahapan yang dilaksanakan secara ketat.
Menurutnya, transplantasi ginjal tidak hanya berfokus pada tindakan operasi, tetapi mencakup proses seleksi donor dan resipien, pemeriksaan kecocokan jaringan, persiapan klinis, pemenuhan aspek etik dan legal, pelaksanaan operasi, hingga pemantauan intensif setelah tindakan.
“Setiap anggota tim memiliki peran penting karena transplantasi ginjal membutuhkan ketelitian, kesiapan, dan koordinasi yang sangat kuat,” ujar Prof. Haerani dalam keterangannya, Rabu (1/7/2026).
Ia menambahkan, meski pasien telah sadar dengan kondisi yang baik, pemantauan intensif masih dilakukan di ruang Intensive Care Unit (ICU) untuk memastikan fungsi ginjal donor berjalan optimal serta meminimalkan risiko komplikasi pascaoperasi.
Bagi penderita gagal ginjal kronis, transplantasi menjadi salah satu pilihan terapi yang mampu memberikan kualitas hidup lebih baik dibandingkan menjalani hemodialisis dalam jangka panjang. Namun, keberhasilan tindakan tidak berhenti setelah operasi selesai.
Prof. Haerani menegaskan pasien tetap harus menjalani kontrol rutin, mengonsumsi obat imunosupresan secara disiplin, serta memperoleh dukungan keluarga agar fungsi ginjal tetap terjaga dalam jangka panjang.
Direktur Utama RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, dr. Annas Ahmad, Sp.B., FICS., FISQua., AIFO-K, menyebut keberhasilan transplantasi ginjal ketiga ini menjadi bukti meningkatnya kapasitas rumah sakit dalam memberikan layanan kesehatan berstandar tinggi.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi tim multidisiplin yang melibatkan dokter nefrologi, urologi, anestesi, perawat kamar operasi, tim ICU, radiologi, laboratorium, farmasi, hemodialisis, hukum, hingga unsur manajemen rumah sakit.
“Keberhasilan ini bukan hanya keberhasilan tindakan medis, tetapi juga bukti bahwa rumah sakit semakin siap memberikan layanan kesehatan yang kompleks, aman, dan berorientasi pada keselamatan pasien,” katanya.
RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo berkomitmen terus mengembangkan layanan transplantasi ginjal secara bertahap sesuai standar medis, regulasi, serta prinsip etik dan keselamatan pasien.
Penguatan layanan tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap transplantasi ginjal tanpa harus dirujuk ke luar Pulau Sulawesi, sekaligus menjadikan RSUP Wahidin sebagai pusat layanan transplantasi yang andal di Kawasan Timur Indonesia. (*)












