Jakarta, sehatnews – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan akibat paparan asap kebakaran yang masih menyelimuti wilayah terdampak.
Melalui Pusat Krisis Kesehatan, Kemenkes memobilisasi berbagai logistik kesehatan dan sarana pelayanan darurat guna mendukung penanganan selama masa tanggap darurat.
Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan optimal di tengah kondisi darurat.
“Dukungan logistik kesehatan ini kami distribusikan untuk memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah terdampak, sekaligus mengantisipasi peningkatan kebutuhan layanan akibat paparan asap kebakaran,” ujar Agus, Jumat (3/7/2026).
Bantuan yang disalurkan meliputi 15 unit oksigen konsentrator, enam unit oksimeter, tiga unit air purifier, 11.500 masker bedah medis, serta 5.000 pasang handscoon nonsteril.
Selain itu, Kemenkes juga mengirimkan satu unit tenda rumah sakit lapangan berukuran 4 x 6 meter, satu unit tenda rumah sakit lapangan berukuran 6 x 8 meter, serta 10 unit veltbed untuk menunjang pelayanan kesehatan di lapangan.
Menurut Agus, dua tenda kesehatan tersebut disiapkan sebagai bagian dari strategi kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan meluasnya dampak kebakaran.
“Kami menyiapkan dua unit tenda kesehatan. Satu tenda sudah difungsikan di lokasi terdampak untuk pelayanan masyarakat, sedangkan satu tenda lainnya masih kami standby-kan di Puskesmas Rajeg agar sewaktu-waktu dapat segera dimobilisasi apabila ada titik terdampak baru,” jelasnya.
Pendirian tenda layanan kesehatan dilakukan berdasarkan hasil survei lapangan dan koordinasi bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Puskesmas Rajeg, Puskesmas Mauk, serta Puskesmas Sukadiri.
Pertimbangan utamanya adalah masih tebalnya kepulan asap, tingginya jumlah warga yang terdampak, serta jarak permukiman menuju fasilitas pelayanan kesehatan.
Selain mendirikan tenda kesehatan, Kemenkes bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dan pemangku kepentingan terkait juga mengaktifkan pos kesehatan yang beroperasi selama 24 jam. Langkah ini dilakukan agar masyarakat di sekitar lokasi kebakaran tetap memperoleh layanan medis secara cepat dan berkesinambungan.
Kementerian Kesehatan memastikan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta fasilitas pelayanan kesehatan setempat untuk memantau perkembangan situasi dan memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat hingga masa tanggap darurat berakhir. (*)












