Dinkes Papua Barat Perluas Layanan Kesehatan Terintegrasi hingga Kampung di Teluk Bintuni

Tim Redaksi

Dinkes Papua Barat Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi di Merdey

TELUK BINTUNI – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni memperkuat pemerataan layanan kesehatan melalui pelayanan kesehatan terintegrasi yang menjangkau masyarakat hingga tingkat kampung.

Program tersebut dilaksanakan di Distrik Merdey pada 8–10 Juli 2026 sebagai bagian dari strategi memperluas akses pelayanan promotif, preventif, dan kuratif di wilayah terpencil.

Kegiatan dipusatkan di Distrik Merdey, Puskesmas Merdey, dan Kampung Meyom dengan menghadirkan berbagai layanan dalam satu rangkaian. Masyarakat memperoleh skrining penyakit menular, penyakit tidak menular (PTM), surveilans imunisasi, pemeriksaan status gizi, skrining penyakit kusta, hingga layanan pengobatan.

Pendekatan pelayanan terintegrasi ini diharapkan mampu mempercepat deteksi dini berbagai penyakit sekaligus meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan dasar, terutama bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat layanan kesehatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni, Irma Said, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan puskesmas.

“Pelayanan yang meliputi pemeriksaan penyakit menular, penyakit tidak menular, serta surveilans imunisasi diharapkan dapat terus dilanjutkan oleh pemerintah daerah bersama puskesmas sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses layanan kesehatan,” ujarnya.

Menurut Irma, kolaborasi lintas jenjang pemerintahan menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat upaya pencegahan penyakit di Kabupaten Teluk Bintuni.

Hal senada disampaikan Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Owira Indow. Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dan seluruh tenaga kesehatan sehingga pelayanan kesehatan terintegrasi dapat berjalan dengan baik meski dilaksanakan di wilayah yang cukup jauh dari pusat kabupaten.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni sehingga pelayanan integrasi Program Bidang P2P dapat berjalan dengan baik di Distrik Merdey,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Kepala Puskesmas Merdey beserta seluruh tenaga kesehatan yang dinilai menunjukkan dedikasi tinggi selama memberikan pelayanan kepada masyarakat. Antusiasme warga, menurutnya, terlihat dari tingginya partisipasi dalam mengikuti pemeriksaan kesehatan, mulai dari skrining penyakit menular, penyakit tidak menular, imunisasi, hingga pemeriksaan kusta.

Selain memperluas akses layanan kesehatan, kegiatan tersebut juga memberi perhatian khusus pada pengendalian penyakit kusta. Penanggung Jawab Program Kusta Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Maklius Taribaba, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan sesuai standar medis untuk mendeteksi kasus sedini mungkin.

Warga yang diketahui memiliki riwayat kontak erat dengan penderita kusta namun tidak menunjukkan gejala langsung diberikan kemoprofilaksis berupa dosis tunggal rifampisin sebagai langkah pencegahan penularan.

“Pemberian kemoprofilaksis ini merupakan langkah preventif untuk memutus rantai penularan penyakit kusta sehingga diharapkan dapat menekan munculnya kasus baru di Distrik Merdey,” jelas Maklius.

Melalui pelayanan kesehatan terintegrasi tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni berharap masyarakat di wilayah terpencil memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih merata.

Di sisi lain, penguatan deteksi dini dan pencegahan penyakit diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mendukung pengendalian berbagai penyakit menular maupun tidak menular secara berkelanjutan. (*)

Jangan Lewatkan:

Bagikan: