Palembang, sehatnews – Keterbatasan tenaga dokter spesialis masih menjadi tantangan utama dalam peningkatan layanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palembang BARI.
Kondisi tersebut diungkapkan manajemen rumah sakit saat menerima kunjungan reses Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Daerah Pemilihan (Dapil) I Masa Sidang VI, Selasa (7/7/2026).
Direktur Utama RSUD Palembang BARI, dr. Amalia, M.Kes, mengatakan rumah sakit daerah itu masih kekurangan dokter spesialis di sejumlah bidang strategis. Akibatnya, beberapa layanan subspesialis belum dapat diberikan kepada masyarakat.
Menurutnya, layanan seperti subspesialis jantung anak dan beberapa subspesialis penyakit dalam hingga kini belum tersedia karena belum didukung tenaga medis yang memiliki kompetensi tersebut.
“Kami masih membutuhkan tambahan dokter spesialis di sejumlah bidang agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih lengkap,” ujarnya di hadapan anggota DPRD Sumsel.
Sebagai solusi jangka panjang, RSUD Palembang BARI mengusulkan adanya program beasiswa pendidikan dokter spesialis bagi tenaga medis daerah. Langkah itu dinilai penting untuk memperkuat ketersediaan sumber daya manusia kesehatan sekaligus meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit.
Dr. Amalia berharap dukungan DPRD Sumsel dapat membuka peluang lebih besar bagi dokter umum untuk melanjutkan pendidikan spesialis sehingga kebutuhan layanan kesehatan masyarakat dapat dipenuhi secara bertahap.
Selain persoalan tenaga medis, manajemen rumah sakit juga menyampaikan keterbatasan fasilitas penunjang. Salah seorang pegawai RSUD Palembang BARI, Riska, mengungkapkan rumah sakit saat ini hanya memiliki dua unit mobil jenazah yang masih beroperasi.
Menurutnya, jumlah armada tersebut belum sebanding dengan kebutuhan pelayanan sehingga diperlukan tambahan kendaraan operasional untuk mendukung layanan kepada masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, warga sekitar rumah sakit turut menyampaikan sejumlah aspirasi. Suhaimi, salah seorang warga, mengeluhkan persoalan banjir yang kerap terjadi di lingkungan tempat tinggalnya. Ia menilai kondisi tersebut mulai muncul setelah pembangunan kampus UIN Raden Fatah selesai.
Selain banjir, warga juga meminta pemerintah segera melakukan pemangkasan pohon-pohon di sepanjang jalan yang dinilai membahayakan pengguna jalan karena kondisinya mulai miring.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Koordinator Dapil I DPRD Sumsel, Chairul S. Matdiah, SH, M.Kes, memastikan seluruh masukan akan dibahas dalam forum DPRD dan diteruskan kepada instansi yang berwenang sesuai lingkup kewenangannya.
Ia menegaskan DPRD akan mengawal berbagai persoalan yang disampaikan, baik terkait peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Palembang BARI maupun persoalan infrastruktur dan lingkungan yang dikeluhkan masyarakat.
Sementara itu, Anggota DPRD Sumsel Aryuda Perdana Kusuma, S.Sos, mengatakan pihaknya akan berupaya mencari alternatif pendanaan di luar APBD untuk membantu pengadaan mobil jenazah, termasuk melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Terkait persoalan banjir di sekitar kawasan UIN Raden Fatah, Aryuda menyatakan DPRD akan menelusuri hasil kesepakatan yang pernah dibangun antara warga dan pihak kampus, sekaligus melakukan peninjauan lapangan guna mencari solusi terhadap sistem drainase di kawasan tersebut.
Kunjungan reses tersebut juga dihadiri anggota DPRD Sumsel lainnya dari Dapil I sebagai bagian dari agenda penyerapan aspirasi masyarakat di wilayah Kota Palembang. (*)












